1. Order dimulai di mana?
Di toko, pembeli datang ke meja kasir. Di cuci mobil, pelanggan berhenti di depan dan petugas menghampirinya. Kalau aplikasinya menganggap semua order dimulai di kasir, petugas tetap harus menulis di kertas dulu lalu diketik ulang — persis pekerjaan yang ingin Anda hapus. Tanyakan: apakah petugas bisa membuat order dari HP-nya sendiri, dan apakah order itu langsung muncul di antrian kasir?
2. Bisakah harga diubah per transaksi?
Mobil yang sangat kotor memang lebih mahal. Kalau harga terkunci di katalog, kasir akan menyiasatinya dengan diskon negatif atau layanan fiktif, dan laporan Anda ikut rusak. Cek apakah harga bisa diubah per baris, dan apakah perubahannya tercatat siapa yang melakukan.
3. Satu nota, beberapa cara bayar
Pelanggan membayar sebagian tunai, sisanya QRIS. Ini biasa, dan tidak semua aplikasi menanganinya dalam satu nota. Kalau tidak bisa, kasir akan memecah jadi dua transaksi dan angka per metode bayar Anda tidak lagi bisa dipercaya.
4. Tutup kasir yang bisa ditelusuri
Selisih laci akan terjadi. Yang penting adalah apakah sistem bisa menunjukkan di mana mulainya. Cari: modal awal per shift, penanda kasir di setiap transaksi, dan laporan tutup yang dikunci setelah shift ditutup sehingga tidak bisa dihitung ulang belakangan.
5. Stok yang tahu bedanya jasa dan barang
Cuci mobil menjual keduanya: jasa cuci yang tidak menyentuh stok, dan barang seperti minuman, oli, atau wiper yang menyentuh stok. Aplikasi yang memperlakukan semuanya sebagai barang akan membuat stok Anda kacau; yang memperlakukan semuanya sebagai jasa tidak akan pernah memberi tahu saat sabun menipis.
6. Gaji dan absensi — atau setidaknya jalan keluarnya
Sebagian aplikasi kasir berhenti di penjualan. Tidak apa-apa, asal Anda tahu sejak awal bahwa gaji tetap dihitung manual. Kalau ingin gaji ikut di dalam, cek apakah sistem membedakan pegawai bulanan dan harian, dan apakah kasbon bisa dipotong otomatis. Ada aturan teknis yang perlu diikuti di sini.
7. Apa yang terjadi saat internet mati
Tanyakan spesifik, karena jawabannya berbeda-beda: apakah aplikasi lapangan menyimpan order lokal dan mengirim ulang saat sinyal kembali, atau berhenti total? Apakah kasir masih bisa menerima bayaran? Beberapa vendor menyebut kemampuan offline secara eksplisit — Folio POS, misalnya, menyatakan produknya bisa beroperasi offline dengan penyimpanan cloud.
8. Data itu milik siapa, dan bisa dibawa ke mana
Ini pertanyaan yang paling sering dilewat dan paling mahal kalau salah. Kalau suatu saat Anda berhenti berlangganan, apa yang Anda bawa? Ekspor lengkap, atau hanya laporan PDF? Tanyakan sebelum memasukkan data dua tahun ke dalamnya.
9. Bisakah dicoba tanpa bicara dengan sales?
Demo yang dipandu selalu berjalan mulus, karena yang memandu tahu jalan mana yang mulus. Yang lebih berguna adalah mencoba sendiri dengan tangan Anda: buat satu order, ubah harganya, bayar sebagian tunai sebagian QRIS, cetak struknya, lalu tutup kasir. Kalau lima langkah itu terasa berat, harian Anda juga akan terasa berat.
Qilap sendiri bisa dicoba tanpa daftar lewat sandbox. Kalau ada yang tidak terjawab dari mencoba sendiri — harga, pindah data, atau banyak cabang — itu memang lebih enak dibahas langsung.
Sumber
Angka, aturan, dan kemampuan produk pihak lain yang disebut di atas berasal dari halaman berikut. Ketentuan dan harga berubah — periksa langsung ke sumbernya sebelum mengambil keputusan.
- Bank Indonesia via Kompas — MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026Batas Rp100.000 dan Rp500.000. Diperiksa September 2026
- majoo — halaman hargaKisaran paket berlangganan. Diperiksa September 2026
- Folio POS — solusi bisnis car washKlaim kemampuan offline dan penyimpanan cloud. Diperiksa September 2026
